Translate

Senin, 21 Juni 2010

"Tipologi Pacaran"

Assalamu’alaikum..
Ngomong-ngomong soal pacaran, pacaran tu istilah darimana ya..?? Yunani?? Mesir?? Jawa, Padang, Batak, Makasar??? Tahun berapa terbitnya? Wah, nggak tau juga tuh….
Dengan cara jitu ngerombak asal-asalan sebuah artikel dari dosen favorit saya nih.. saya coba mengungkapkan suatu rahasia kebenaran tentang tipologi pacaran.
Pertama, pacaran sewaktu-waktu (convenience relationship). Ia adalah pacar tanpa alasan yang khas: tetangga sebelah rumah, kenalan di tempat pemandian mobil, teman dari teman paling akrabmu, atau om-om ketika dirimu menikmati juice dan kue-kue setiap minggu di taman bermain anak-anak. Pacar sewaktu-waktu semata-mata terkait dengan waktu. Ia meminjam duit mu pas dirimu lagi bokek bokek nya nih; membawa adek mu menonton sepak bola dengan mobilnya ketika dirimu sakit; jadi sopir mu ketika dirimu mo jemput mobil di bengkel, atau merawat kucing kesayangan mu ketika dirimu pergi liburan. Sebagaimana dirimu pun melakukan hal yang sama untuknya. Tetapi, kamu tidak pernah terlalu dekat atau bercerita terlalu banyak padanya. Kamu tuh tetap mempertahankan wajah publik dan jarak emosional dirimu darinya. Kamu hanya menuturkan kelebihan berat badan, tapi bukan karena didera depresi; kamu bercerita padanya kalo dirimu marah, tapi bukan karena meradang murka; kamu mengungkapkan terjepit uang bulan ini, tapi bukan karena mengalami krisis keuangan dewasa ini. Bisa jadi ni pacar kamu ‘peroleh’ pas kamu baru siap putus ma mantan. Nah, pas mantan niat mo balik lagi (ngeliat ternyata dirimu masih laku juga), ni pacar….. kelaut atuh!
Kedua, pacaran untuk kepentingan khusus (special-interest relationship). Macam pacaran ini tidak dekat dan tidak perlu melibatkan adek-adek, sopir, or binatang piaraan. Nilainya terletak pada adanya kepentingan yang sama; biasanya nih, dirimu dapat ni pacar di skul or kuliahan, se-klub latihan karate, pas main tennis, atau pas sama-sama dalam kepanitian satu acara di organisasi. Perkaranya, apa yang menjadi landasan pacaran disini cuma bekerja bersama (doing together), bukan menjadi bersama (being together). Misalnya kamu tu susah banget kalo udah ngerjain tugas statistika. Tiap ulangan nilai pasti ancur. Setinggi-tinggi dan seberuntung-beruntungnya palingan dapat C-. Yawdah, kamu tinggal cari aja pacar anak Kedokteran. Pas nilai dirimu dah jaya-jayanya, dan kamu mulai tertarik dengan bisnis internet, tinggal nyari pacar baru yang anak IT.
Ketiga, pacaran karena sejarah (historical relationship). Ini nih yang dinamakan CLBK alias coretan lama bersemi kembali. Bisa jadi, ni pacar asalnya teman SD kamu yang dulunya sering kamu ejek gara-gara tiap hari Jum’at pipis di celana (Tanya kenapa?), or, teman SMP kamu yang dulunya gendut tapi sekarang dah ramping. Although teman SMA yang hobi banget narik rambut kamu kebelakang dan sekarang dah tobat jadi alim ‘n charming (hueek!! Apa iya ada orang alim mau diajak pacaran..??)
Keempat, pacar persimpangan jalan (crossroad relationship). Mungkin ia adalah teman satu ruangan pas kuliah umum; or cowok lugu pas nungguin angkot di terminal ataupun bus di halte. Biasanya ini cuma cinta lokasi yang sesaat dan mudah banget ilangnya pas kamu ‘n dia dah berjauhan.
Kelima, pacar lintas generasi (cross-generational relationship). Ini ni pacar yang tergaet gara-gara bapak-om-nya-adek-nenek-tiri-kenalan-tantenya kenalan ibumu..(khuhuhu)!. Yang jelas, pacaran seperti ini biasanya direstuin sama ortu soalnya akrab dengan keluarga besarmu gara-gara si Doi rajin kerumahmu (apalagi kalo bawa hadiah ‘n makanan), bahkan ni pacar tau hari ultah ibumu, nomor sepatu bapakmu, es krim kesukaan adekmu, etc. Kamu pun gitu, akrab dengan keluarganya dah serasa keluarga sendiri. Tapi, pacaran jenis ini juga biasanya paling gawat. Bisa-bisa pas putus semua anggota keluarganya ngelemparin dirimu dengan kulit pisang dan nyiramin air se tronton!(lebay^^)
Keenam, pacaran tingkat tinggi (high class relationship or best relationship). Pacar terbaik ini sih katanya saling mencintai, menyokong, dan mempercayai secara total. Dengan pacar terbaik, kita mengungkapkan rahasia hati masing-masing, memberikan pertolongan tanpa diminta, dan mengisahkan setiap kebenaran walaupun pahit dan menyakitkan. Tapi, Brur! Yang namanya hidup di dunia, nggak ada yang kekal. Tetap saja apa yang kita perbuat tak lepas dari pengawasan Allah SWT. Secinta-cinta mati apa pun, kalo nggak jodoh ya nggak bakal nemu juga! Emangnya mentang-mentang rasanya dah cocok, bisa aja langsung jodoh nantinya gitu..?? Ya enggaklah. Tetap aja Allah yang Maha Merancang yang akan memberikan apa yang kita BUTUHKAN, bukan apa yang kita INGINKAN.
BTW…
Bagaimana dengan pacaran Islami Neng..??
Huwakkkzz!!! Pacaran Islami??? emang ada??!!! (ada dong, Neng.. yang kemana-mana bawa Qur’an gitchu, pacaran nya palingan cuma rihlah ke taplau sekedar tafakur alam, cuma diskusi bagaimana realita islam masa kini, cuma saying I love U aja tanpa pegang-pegang, nggak macam-macam, klo ketemu palingan ya nunduk-nunduk, bahasanya pake bahasa kalbu, blah blah blah….bebas maksiat deh pokoknye!).. Polos niaaaaaaaaaaaan…. Dikait-kaitkan pula dengan istilah islami!!
Khuhuhu…..lucu. . .lucu. . .
Hati manusia siapa yang tau..?? pas ketemu ya gitu.. Tapi siapa yang nebak apa yang doi khayalkan..?? Lagian, meski keliatannya saleh, lugu, ataupun culun siapa yang bisa menjamin suatu saat dia nggak bakalan nyakitin? Toh, apa dia bakal masih idup semenit lagi aja nggak ada yang bisa menjamin. Naas banget kan, pas kamu dah cinta mati-matinya, rupanya Allah nggak ridha, tu pacar langsung diambil!!
Sudahlah.. kesimpulannya, yang ada di Islam tu cuma relationship after married, kaWwaaaanD!!!…. (tu baru tepat dan akurat). Wa ‘l-Lâh-u a‘lam-u bi ‘l-shawâb.

(terinspirasi abiss dari tugas review “Tipologi Pertemanan by Pak Donny Syofyan” yang memaksa daku ngenet malam-malam gara-gara salah informasi dan jalan Silaing longsor sehingga semua bus2 jurusan Padang-Bukittinggi harus lewat Sitinjau. (nggak usah pusing dan pake nanya: ap hubunganx?). Baru sempat posting sekarang soalnya lupa tarok di flasdisk yang mana..>.<)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar